Kisah Tentang Do’a yang Dikabulkan Tuhan

Kita semua pasti pernah berdoa, betul ? Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kita diberikan sesuatu. Ada yang berdoa ingin sehat wal afiat, ada yang ingin rezekinya lancar dan banyak, ada yang ingin lulus ujian, ada yang ingin dapat jodoh, ingin punya anak, ingin cepat hamil dan lain-lain.

Diantara sekian banyak doa kita itu ada yang sudah dikabulkan Tuhan dan ada yang belum dikabulkan. Jika doa kita terkabul pasti kita senang dan bahagia. Jika belum maka kita jangan bersedih dan jangan putus asa. Karena suatu saat doa kita pasti akan dikabulkan oleh Allah Swt, hanya saja kita tidak pernah tau kapan waktunya. 

doa yang dikabulkan

Dibawah ini ada kisah yang sangat menarik dan inspiratif tentang bagaimana doa seorang hamba dikabulkan oleh Allah Swt. Semoga kisah “lika-liku” doa yang dikabulkan ini bisa menguatkan kita semua untuk senantiasa sabar dan istiqamah dalam berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Alkisah, pada suatu malam Jum'at di Masjid Rungkut Jaya, Surabaya, seperti biasa diadakan pengajian (ta’lim). Pada akhir pengajian seorang ibu mengajukan pertanyaan pada sang ustadz.

"Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak Ustadz," kata ibu tersebut. 

"Apa itu, Bu ?" tanya Ustadz.

"Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami."

"Doa yang bagus, dong," sergah Pak Ustadz, "lalu apa yang terjadi?"

"Ya, memang bagus, Pak Ustadz. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik."

"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"

"Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Pak."

"Maksudnya gimana?"

"Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Pak. Doa yang lain."

"Apa itu?"

"Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami."

"Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?"

"Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bisa bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya."

"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"

"Ya, sih, Pak."

"Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?"

"Bukan pertanyaan, Pak."

"Lalu apa?"

"Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk berdoa. Gimana ini?"

* * * * *


doa agar dikabulkan Tuhan

Neno Warisman, mantan penyanyi yang sekarang banyak berkecimpung di dunia dakwah, pernah bertanya secara retorik : "Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?". 

Pertanyaan itu disampaikan pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang saya lupa namanya.

"Tidak!" lanjut Neno. "Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka”.

Pertanyaannya adalah : “Mengapa ?"

"Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya."

Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya kalau begitu adalah: Jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap. Jangan pernah berhenti berusaha.

Allah tidak tidur.
Allah Maha Mendengar.
Allah Maha Mengetahui.
Dia Maha Rahman dan Rahim.

Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu bersabar dan berprasangka baik pada setiap pemberian Allah. Entah nikmat, entah cobaan, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka. Yang selayaknya kita yakini adalah bahwa itu semua hanya karena Dia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta. 
Sumber : Eramuslim


Cara Cepat Hamil